Kejahatan memang bisa terjadi di mana saja. Jika ada niat dan kesempatan, para pelaku kejahatan tidak merasa segan untuk melakukan kejahatannya, termasuk di tanah suci. Dalam sebuah berita di poskota.co.id, terdapat beberapa modus kejahatan yang dilakukan di tanah suci. Berikut ulasannya.
MADINAH (Pos Kota) – Masih ada saja orang jahat di pusat ibadah seagung Masjid Nabawi, Madinah. Para penjahat, termasuk yang berasal dari Indonesia sendiri, memiliki sejumlah modus operandi kejahatan yang terus “diperbarui”.
Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi bentukan Misi Haji Indonesia di Madinah, Hendra Wirawan, telah mengumpulkan sejumlah modus kejahatan yang terjadi, sehingga seluruh jemaah hendaknya diimbau selalu waspada terhadap aksi kejahatan di tanah suci.
1. Tas bawaan ditaruh di ujung sajadah/tempat sujud digondol maling. Kasus ini menimpa seorang jamaah dari Padang. Tasnya berisi 12 juta rupiah dan 1.500 riyal (living cost) serta kamera digital. Tas hilang pada rakaat ketiga. Pada saat yang sama, jamaah yang sedang salat di belakangnya bawaannya juga raib. Muncul kecurigaan pelakunya adalah anak yang berlarian di pelataran masjid. Polisi Saudi yang dilapori segera menangkap sejumlah anak yang berlarian. Tapi setelah dilihat, tidak ada indikasi mereka pelakunya. "Jadi sebaiknya tas tetap menempel di badan, jangan ditaruh," saran Hendra.
2. Perempuan bercadar dan berbaju hitam menyamar sebagai polisi wanita, menggeledah jamaah yang hendak masuk masjid. Seorang jamaah perempuan RI kehilangan HP akibat penggeledahan ini. Ada juga yang kehilangan dompet berisi 4.000 riyal karena dipepet orang.
3. Modus WNI mengantar jamaah RI tersasar. Setiba di tujuan, mereka minta bayaran. "Ada jamaah yang dimintai 50 riyal (Rp 125 ribu)," katanya.
4. Modus menawarkan membeli kambing untuk membayar dam.
5. Modus peminta-minta yang mengaku mahasiswa Palestina, meminta sumbangan. "Jamaah kita biasanya mudah iba. Kemarin saya nemui jamaah yang juga memberi sumbangan, kami dekati, kami tanya: Bapak tahu tidak apa yang Bapak lakukan'. Itu untuk memastikan Bapak itu tidak diperas," ujar Hendra.
6. Kejahatan riskan terjadi di pasar tumpah, yang berada di gang-gang dan pinggir jalan yang ramai. "Seorang jamaah perempuan yang tasnya nempel di badan, kemarin teriak ada copet. Kami kejar, pelakunya kabur," ujar Hendra.
7. Tas disilet saat berdesak-desakan keluar dari Masjid Nabawi usai salat wajib. Seorang jamaah di Sektor I kehilangan dompet akibat modus ini.Modus di atas melengkapi modus yang telah terjadi sebelumnya yaitu pura-pura membantu jamaah tersesat. Di tengah jalan, pelaku merampas uang jamaah dan meninggalkannya begitu saja.
Atas semua insiden itu, Hendra menyarankan agar jamaah tidak banyak membawa uang saat ke masjid. "Bawalah paling banyak 50 riyal," pesan Hendra. Kalaulah membawa uang banyak untuk berbelanja, sebaiknya pergi berombongan sehingga saling menjaga.
Oknum sebangsa dan setanah air
Miris memang. Jika biasanya ikatan sebangsa-setanah air akan menjadi kuat ketika berada di tanah air orang lain, tetapi suasana itu belakangan ini dirusak oleh sesama pendatang dari tanah air. Di Madinah ada jamaah calon haji Indonesia yang dirampas uangnya. Ironisnya pelakunya diduga kuat masih saudara kita sebangsa.
Petugas haji Indonesia pernah memergoki seseorang yang menyamar sebagai petugas lengkap dengan seragamnya, diduga melakukan penipuan terhadap jemaah haji. Ada pula yang lebih memalukan. Saat tertangkap petugas, orang tersebut menyamar dengan berpakaian ihram, layaknya orang yang akan melaksanakan umrah. Lagi-lagi pelakunya bangsa sendiri.
Tak hanya jamaah, bahkan seorang petugas kesehatan rombongan jamaah haji khusus pun menjadi korban aksi perampasan. Seperti yang dialami Dokter. Pelaku berhasil merampas dompet korban yang berisi uang dalam bentuk rupiah dan riyal, beberapa kartu kredit, serta beberapa surat berharga. Korban mengaku bahwa pelaku bisa berbahasa Indonesia, tapi dia tidak bisa memastikan apa pelaku memang warga Indonesia.
Tips antisipasi kejahatan di tanah suci
Banyaknya modus kejahatan yang terjadi memang tidak seharusnya menjadi halangan untuk menunaikan ibadah haji. Namun, langkah antisipasi sangat perlu dilakukan. Berikut beberapa tips antisipasi kejahatan di tanah suci.
1.Jangan pergi sendiri
Jemaah haji Indonesia diharapkan jangan pergi sendirian untuk menghindari aksi perampasan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab. Jamaah hendaknya berangkat berkelompok minimal 4-5 orang. Hal itu diungkapkan Kepala Panitia Penyenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi. “Karena korban kejahatan seringkali sedang sendirian atau kesasar, dan biasanya orang lanjut usia,” katanya.
2.Membawa uang secukupnya
Menyikapi berbagai tindak kejahatan yang menimpa beberapa jamaah haji Indonesia di Madinah, Akhmad menghimbau agar jemaah sebaiknya tidak banyak membawa uang. Ia melihat saat ini ada tren jamaah membawa banyak uang di sakunya.
Ia menuturkan bahwa membawa banyak uang dalam rangka pelaksanaan ibadah haji justru akan membuat ibadah jemaah itu sendiri menjadi terganggu. Jemaah haji yang seharusnya fokus kepada ibadah, tentunya akan terpecah pikirannya karena memikirkan keamanan uangnya itu. Jadi, bawalah bekal secukupnya.
3.Gunakan jasa safety box di hotel tempat menginap
Di bagian lain, menanggapi beberapa aksi kejahatan di Masjidil Haram dan sekitarnya, Akhmad sebenarnya sudah mengusulkan kepada pihak pengamanan di Daker Makkah agar para calon haji saat ke Masjid tidak perlu membawa tas. ’’Yang dibawa hanya gelang identitas dan beberapa riyal secukupnya,’’ jelasnya. “Jika khawatir uangnya hilang, manfaatkan safety box yang ada di hotel,” tegasnya. (RA). Tips haji
Tampilkan postingan dengan label panduan haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panduan haji. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2012
Minggu, 24 Juni 2012
Kiat-kiat Agar Tidak Tersesat di Tanah Suci
Tersesat! Barangkali, itulah satu dari sekian banyak kisah jamaah haji yang sering kita dengar di setiap musim haji. Keluar pondokan menuju Masjidil Haram, tapi bingung saat harus kembali. Wajar, banyak sekali pintu masuk-keluar di Masjidil Haram yang serupa bentuknya.
Dari tahun ke tahun, musim ke musim, kasuh jamaah haji yang tersesat selalu saja ada. Sebagai contoh, kasus jamaah tersesat jalan saat musim haji 2011. Tak tanggung-tanggung, jumlah jamaah haji yang tersesat jalan ini mencapai ratusan orang.
Seperti yang diberitakan dalam Indopos, Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Maskat mengatakan bahwa jumlah jamaah haji yang tersesat pada musim haji tahun 2011 lalu mencapai ratusan orang. Sebelumnya saat calhaj datang dari Madinah ke Makkah—gelombang pertama—mulai 11 Oktober lalu, jumlah calhaj yang tersesat hanya berkisar puluhan. Namun, setelah gelombang kedua masuk mulai 14 Oktober lalu, di mana dari Jeddah langsung ke Makkah, jumlah calhaj yang tersesat menembus angka seratus lebih. ’’Hari ini (Rabu malam, Red) yang terdeteksi 140 lebih orang,’’ ujarnya kepada INDOPOS di dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada tanggal 19/10/2011.
Malam itu, INDOPOS yang berada di dekat posko Sektor Khusus sekitar 1 jam melihat ada sekitar 10 calhaj yang tersesat. ’’Mereka biasanya baru datang, terus buru-buru melaksanakan ibadah, tanpa mengingat lokasi pemondokan dan saat masuk ke Masjidil Haram,’’ tegas Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat yang memantau beberapa jam di sekitar Masjidil Haram.
Untuk mengatasi maraknya kasus jamaah yang tersesat jalan ini, Maskat mengatakan bahwa telah diterjunkan 15 orang personil pengamanan di sektor Masjidil Haram. Untuk meningkatkan pelayanannya, personil di sektor khusus Masjidil Haram ini dibantu oleh tenaga musiman (temus) yang direkrut dari mahasiswa Timur Tengah serta mereka yang mukim atau tinggal di Arab Saudi. Pelayanan di sektor khusus ini dilakukan selama 24 jam penuh.
Jika ada jamaah yang tersesat, mereka akan diistirahatkan dulu di kantor sektor khusus yang telah disediakan. Di sini, jamaah akan di data serta diberi minuman dan snack. Setelah itu, jamaah akan diantar ke pemondokannya masing-masing. Untuk keperluan ini, kantor sektor khusus dilengkapi dengan mobil koster.
Kiat agar tidak tersesat
Meskipun setiap tahun dilaksanakan, kisah tersesat pada saat melaksanakan haji merupakan cerita favorit yang tak habis menariknya untuk diperbicangkan. Serupa tapi tak sama. Meskipun kasusnya sama, tetapi pelakunya berbeda. Hal ini sangat wajar terjadi pada jamaah haji yang baru saja melaksanakan hajinya.
Tersesat memang perkara yang biasa. Namun, tersesat di “belantara” manusia dan negeri yang asing bagi kita mungkin akan berbeda cerita. Apalagi bagi kita yang sama sekali tidak bisa berbahasa Arab atau Inggris. Bahkan, pernah dikabarkan ada jamaah yang tertinggal kelompoknya untuk melakukan wukuf karena tersesat. Tentu saja, hal itu akan menjadi masalah serius, bukan?
Nah, agar kasus tersesat tidak menimpa Anda, terdapat 7 kiat yang bisa Anda terapkan selama masa haji berlangsung.
Amati dan hapalkan lokasi pondokan
Beberapa hal yang perlu diingat tentang lokasi pemondokan di antaranya nama jalan, nomor pondok, gedung yang mudah dikenal di sekitar pondok, bentuk bangunan pondok. Akan lebih bagus jika mengenal arah benda atau bangunan dari pondok, misal masjidil haram terletak di sebelah barat pondok.
Menyimpan nomor telepon dan alamat pondokan
Jika khawatir lupa, tuliskan alamat pemondokan dan nomor teleponnya di buka notes. Gambarkan pula denah jalan sederhana beserta gedung patokan yang dilewati. Nah, denah dan catatan ini bisa dijadikan petunjuk jika kita lupa jalan pulang dan terpisah dari rombongan.
Selalu berangkat dengan rombongan
Jika memungkinkan, usahakan untuk terus berada dalam rombongan. Jika tidak ada urusan yang sangat penting, misalnya buang hajat, usahakan agar tidak terlepas dari rombongan jamaah.
Menghubungi petugas haji
Jika benar-benar terpisah dari rombongan, cobalah untuk menghubungi petugas haji. Petugas ini biasa mangkal di pos-pos tertentu yang ditandai dengan adanya bendera merah-putih. Nomor kontak petugas haji biasanya sudah tercantum di masing-masing taging atau tanda pengenal jamaah haji.
Selalu membawa tanda pengenal
Tanda pengenal sangat penting untuk dibawa. Salah satunya agar kita mudah dikenali dan memudahkan menghubungi petugas haji terkait. Pada tanda pengenal terdapat nama haji, kelompok terbang, serta nomor petugas haji yang bisa dihubungi.
Mencari teman pendamping
Bagi jamaah haji yang sudah tua, perlu kiranya mencari teman pendamping dari sesama haji yang masih muda. Selain bisa diandalkan untuk mengingat lokasi, jamaah yang masih muda relatif segap dan bisa dimintai tolong jika ada urusan yang tidak bisa dilakukan oleh orang tua.
Gunakan identitas unik rombongan
Identitas unik rombongan berfungsi vital untuk memudahkan mengenal rombongan. Jika ada yang tersesat, dengan melihat identitas unik ini maka petugas haji atau sesama jamaah mudah mengidentifikasi. Contoh identitas unik ini di antaranya selempang, slayer, serta pita pada kerudung dengan corak dan warna khusus. (RA)
Panduan haji
Dari tahun ke tahun, musim ke musim, kasuh jamaah haji yang tersesat selalu saja ada. Sebagai contoh, kasus jamaah tersesat jalan saat musim haji 2011. Tak tanggung-tanggung, jumlah jamaah haji yang tersesat jalan ini mencapai ratusan orang.
Seperti yang diberitakan dalam Indopos, Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Maskat mengatakan bahwa jumlah jamaah haji yang tersesat pada musim haji tahun 2011 lalu mencapai ratusan orang. Sebelumnya saat calhaj datang dari Madinah ke Makkah—gelombang pertama—mulai 11 Oktober lalu, jumlah calhaj yang tersesat hanya berkisar puluhan. Namun, setelah gelombang kedua masuk mulai 14 Oktober lalu, di mana dari Jeddah langsung ke Makkah, jumlah calhaj yang tersesat menembus angka seratus lebih. ’’Hari ini (Rabu malam, Red) yang terdeteksi 140 lebih orang,’’ ujarnya kepada INDOPOS di dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada tanggal 19/10/2011.
Malam itu, INDOPOS yang berada di dekat posko Sektor Khusus sekitar 1 jam melihat ada sekitar 10 calhaj yang tersesat. ’’Mereka biasanya baru datang, terus buru-buru melaksanakan ibadah, tanpa mengingat lokasi pemondokan dan saat masuk ke Masjidil Haram,’’ tegas Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat yang memantau beberapa jam di sekitar Masjidil Haram.
Untuk mengatasi maraknya kasus jamaah yang tersesat jalan ini, Maskat mengatakan bahwa telah diterjunkan 15 orang personil pengamanan di sektor Masjidil Haram. Untuk meningkatkan pelayanannya, personil di sektor khusus Masjidil Haram ini dibantu oleh tenaga musiman (temus) yang direkrut dari mahasiswa Timur Tengah serta mereka yang mukim atau tinggal di Arab Saudi. Pelayanan di sektor khusus ini dilakukan selama 24 jam penuh.
Jika ada jamaah yang tersesat, mereka akan diistirahatkan dulu di kantor sektor khusus yang telah disediakan. Di sini, jamaah akan di data serta diberi minuman dan snack. Setelah itu, jamaah akan diantar ke pemondokannya masing-masing. Untuk keperluan ini, kantor sektor khusus dilengkapi dengan mobil koster.
Kiat agar tidak tersesat
Meskipun setiap tahun dilaksanakan, kisah tersesat pada saat melaksanakan haji merupakan cerita favorit yang tak habis menariknya untuk diperbicangkan. Serupa tapi tak sama. Meskipun kasusnya sama, tetapi pelakunya berbeda. Hal ini sangat wajar terjadi pada jamaah haji yang baru saja melaksanakan hajinya.
Tersesat memang perkara yang biasa. Namun, tersesat di “belantara” manusia dan negeri yang asing bagi kita mungkin akan berbeda cerita. Apalagi bagi kita yang sama sekali tidak bisa berbahasa Arab atau Inggris. Bahkan, pernah dikabarkan ada jamaah yang tertinggal kelompoknya untuk melakukan wukuf karena tersesat. Tentu saja, hal itu akan menjadi masalah serius, bukan?
Nah, agar kasus tersesat tidak menimpa Anda, terdapat 7 kiat yang bisa Anda terapkan selama masa haji berlangsung.
Amati dan hapalkan lokasi pondokan
Beberapa hal yang perlu diingat tentang lokasi pemondokan di antaranya nama jalan, nomor pondok, gedung yang mudah dikenal di sekitar pondok, bentuk bangunan pondok. Akan lebih bagus jika mengenal arah benda atau bangunan dari pondok, misal masjidil haram terletak di sebelah barat pondok.
Menyimpan nomor telepon dan alamat pondokan
Jika khawatir lupa, tuliskan alamat pemondokan dan nomor teleponnya di buka notes. Gambarkan pula denah jalan sederhana beserta gedung patokan yang dilewati. Nah, denah dan catatan ini bisa dijadikan petunjuk jika kita lupa jalan pulang dan terpisah dari rombongan.
Selalu berangkat dengan rombongan
Jika memungkinkan, usahakan untuk terus berada dalam rombongan. Jika tidak ada urusan yang sangat penting, misalnya buang hajat, usahakan agar tidak terlepas dari rombongan jamaah.
Menghubungi petugas haji
Jika benar-benar terpisah dari rombongan, cobalah untuk menghubungi petugas haji. Petugas ini biasa mangkal di pos-pos tertentu yang ditandai dengan adanya bendera merah-putih. Nomor kontak petugas haji biasanya sudah tercantum di masing-masing taging atau tanda pengenal jamaah haji.
Selalu membawa tanda pengenal
Tanda pengenal sangat penting untuk dibawa. Salah satunya agar kita mudah dikenali dan memudahkan menghubungi petugas haji terkait. Pada tanda pengenal terdapat nama haji, kelompok terbang, serta nomor petugas haji yang bisa dihubungi.
Mencari teman pendamping
Bagi jamaah haji yang sudah tua, perlu kiranya mencari teman pendamping dari sesama haji yang masih muda. Selain bisa diandalkan untuk mengingat lokasi, jamaah yang masih muda relatif segap dan bisa dimintai tolong jika ada urusan yang tidak bisa dilakukan oleh orang tua.
Gunakan identitas unik rombongan
Identitas unik rombongan berfungsi vital untuk memudahkan mengenal rombongan. Jika ada yang tersesat, dengan melihat identitas unik ini maka petugas haji atau sesama jamaah mudah mengidentifikasi. Contoh identitas unik ini di antaranya selempang, slayer, serta pita pada kerudung dengan corak dan warna khusus. (RA)
Panduan haji
Sabtu, 16 Juni 2012
Panduan Haji: Mengatasi Masalah Fisik di Kendaraan
Mitra haji dan umrah, jika kita bepergian jauh tentu tak lepas dari kendaraan, bukan? Nah, berbicara tentang bepergian dengan kendaraan, apalagi dalam jarak yang jauh seperti pergi haji atau umrah, terdapat hal yang perlu kita perhatikan. Dalam hal ini adalah beberapa gangguan fisik yang biasa menyambangi kita saat bepergian. Adapun masalah fisik yang dimaksud bukan berarti maslah kekerasan secara fisik, tetapi gangguan yang terkait dengan kondisi tubuh. Apa saja contoh gangguan fisik tersebut dan bagaimana solusinya? Ikuti penjelasan di bawah.
Mabuk kendaraan
Mabuk perjalanan atau mabuk kendaraan bisa terjadi, baik pada perjalanan darat, laut, maupun udara. Kondisi ini tentu membuat perjalanan menjadi tidak menyenangkan. Selain mengakibatkan rasa tidak nyaman pada badan, mabuk kendaraan juga bisa merepotkan orang lain selama perjalanan. Mabuk kendaraan tidak memandang usia dan jenis kelamin. Gangguan ini bisa terjadi pada pria, wanita, tua, maupun muda. Mabuk perjalanan bukanlah penyakit atau gangguan kesehatan, melainkan faktor psikologis dan kepekaan individu pada sistem pusat keseimbangan di telinga bagian dalam (vestibular).
Umumnya, pesawat yang mengakut jamaah haji akan mendarat di Jeddah. Dari Jeddah ke Mekkah maupun Madinah, jamaah haji akan meneruskan perjalanan dengan alat transportasi darat, salah satunya menggunakan bis. Nah, bagi jamaah haji yang sering bermasalah dengan mabuk perjalanan, berikut tips untuk menghindarinya.
1. Mintalah untuk duduk di bagian depan agar pandangan lebih bebas,lihat pemandangan alam yang ada di luar jendela,
2. Jangan lupa makan dan minum yang cukup sebelum melakukan perjalanan, tapi jangan terlalu kenyang.
3. Hindari bau-bauan yang menyengat dan membuat mual. Hirup udara segar dari luar maupun AC atau kipas angin jika memungkinkan.
4. Jangan banyak beraktifitas seperti mondar-mandir ke belakang dan ke depan dalam kendaraan,
5. Jangan membaca buku atau menonton layar monitor dengan focus, terlebih dalam jarak pendek.
6. Hindari minum jus buah, sayur, serta makanan yang asam. Hindari pula makanan yang mengandung minyak dan lemak tinggi.
7. Minum obat antimabuk sesuai anjuran dokter atau obat antimabuk yang dijual bebas.
8. Hindari banyak biacara atau ngobrol dalam perjalanan.
9. Jika sangat mual, sebaiknya segera muntahkan di tempat yang tepat. Mengapa? Setelah muntah yang pasti badan akan terasa lebih baik. Jangan ragu untuk meminta sopir kendaraan berhenti sejenak dan keluar untuk meredakan mabuk, jika keadaan memungkinkan.
Buang air kecil
Buang air kecil merupakan cara tubuh membuang limbah. Limbah ini dilepaskan dari metabolisme sel-sel, masuk ke dalam darah, dan akhirnya disaring oleh ginjal dari aliran darah untuk dibuang lewat urin. Kesulitan buang air kecil bisa mengakibatkan tubuh keracunan urin.
Buang air kecil sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan. Menahan buang air kecil bisa menimbulkan gangguan kesehatan, baik fisik maupun psikis. Oleh karena itu, rajin-rajinlah mamanfaatkan WC yang ada di pesawat, bandara, atau bis saat berhenti.
Selain tidak menahan keinginan buang air kecil, jamaah haji juga perlu memperhatikan asupan air saat perjalanan. Meskipun asaupan air sangat penting dalam mempertahankan kesehatan, jangan terlalu banyak mengonsumsi air putih atau jenis cairan lainya yang bisa membuat kita berulang-ulang ingin buang air kecil. Solusi pencegahannya, minumlah tidak lebih dari dua liter sehari.
Untuk menghindari terlalu sering buang air kecil, berikut beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari.
Sumber kafein
Kafein menstimulasi kandung kemih dan bertindak sebagai diuretik sehingga tubuh menghasilkan lebih banyak air seni. Mengurangi atau menghentikan konsumsi kafein bisa bantu mengontrol kandung kemih yang terlalu aktif. Namun, bukan berarti kita harus berhenti minum kopi, teh, cokelat, atau kola. Mengganti sumber kafein sumber lain yang tanpa kafein (decaffeinated version) merupakan langkah yang bijak.
Makanan dan minuman asam
Buah dan jus jeruk, kopi, teh, dan tomat bersifat asam dan bisa menyebabkan iritasi kandung kemih. Minuman berkarbon atau minuman bersoda juga bisa mengiritasi kandung kemih yang sensitif. Jadi, cobalah membatasi konsumsi makanan dan minumaman ini selama perjalanan untuk mengurangi masalah kandung kemih yang terlalu aktif.
Makanan pedas juga perlu diperhatikan. Ternyata, makanan pedas tidak hanya menggelitik lidah atau mengundang air mata, tetapi juga menggelitik kandung kemih. Oleh karena itu, mengurangi asupan makanan pedas bisa membantu mengurangi frekuensi ke kamar kecil.
Pemanis, misalnya gula dan pemanis buatan, bisa mengiritasi kandung kemih. Oleh sebab itu, batasi asupan pemanis dalam minuman selama bepergian.
Jika terlalu sering buang air kecil, lebih sering dari biasanya, ketika perjalanan, bisa jadi terdapat masalah atau gangguan dalam tubuh, misalnya bawaan penyakit tua. Selain itu, bisa jadi kondisi tersebut disebabkan adanya infeksi saluaran kemih,diabetes, prostatiti akut, pembesaran prostat, menstruasi bagi wanita, kehamilan, sensitis interstisial, ataupun stroke. Untuk kondisi ini, silahkan berkonsultasi dengan dokter pendamping jamaah.
Perhatikan jatah makan
Dalam perjalanan jauh, umumnya jamaah mendapatkan jatah makanan berat (nasi dan lauk) atau pun ringan kue-kue) dari agen travel yang menyediakan bis. Meskipun nafsu makan belum datang, usahakan untuk makan sekadarnya jika waktu makan telah tiba. Hal ini dimaksudkan agar masa kadaluarsa makan tidak terlewati. Dikhawatirkan, makanan kadaluarsa bisa menjadi racun bagi tubuh. Perlu juga diperhatikan jenis makanan yang bisa memicu alergi bagi tubuh. Jika ada, sebaiknya bicarakan dengan pihak penyelenggara agar bisa diganti dengan jenis makanan lain yang aman bagi tubuh. (Jng/RA)
Panduan haji
Mabuk kendaraan
Mabuk perjalanan atau mabuk kendaraan bisa terjadi, baik pada perjalanan darat, laut, maupun udara. Kondisi ini tentu membuat perjalanan menjadi tidak menyenangkan. Selain mengakibatkan rasa tidak nyaman pada badan, mabuk kendaraan juga bisa merepotkan orang lain selama perjalanan. Mabuk kendaraan tidak memandang usia dan jenis kelamin. Gangguan ini bisa terjadi pada pria, wanita, tua, maupun muda. Mabuk perjalanan bukanlah penyakit atau gangguan kesehatan, melainkan faktor psikologis dan kepekaan individu pada sistem pusat keseimbangan di telinga bagian dalam (vestibular).
Umumnya, pesawat yang mengakut jamaah haji akan mendarat di Jeddah. Dari Jeddah ke Mekkah maupun Madinah, jamaah haji akan meneruskan perjalanan dengan alat transportasi darat, salah satunya menggunakan bis. Nah, bagi jamaah haji yang sering bermasalah dengan mabuk perjalanan, berikut tips untuk menghindarinya.
1. Mintalah untuk duduk di bagian depan agar pandangan lebih bebas,lihat pemandangan alam yang ada di luar jendela,
2. Jangan lupa makan dan minum yang cukup sebelum melakukan perjalanan, tapi jangan terlalu kenyang.
3. Hindari bau-bauan yang menyengat dan membuat mual. Hirup udara segar dari luar maupun AC atau kipas angin jika memungkinkan.
4. Jangan banyak beraktifitas seperti mondar-mandir ke belakang dan ke depan dalam kendaraan,
5. Jangan membaca buku atau menonton layar monitor dengan focus, terlebih dalam jarak pendek.
6. Hindari minum jus buah, sayur, serta makanan yang asam. Hindari pula makanan yang mengandung minyak dan lemak tinggi.
7. Minum obat antimabuk sesuai anjuran dokter atau obat antimabuk yang dijual bebas.
8. Hindari banyak biacara atau ngobrol dalam perjalanan.
9. Jika sangat mual, sebaiknya segera muntahkan di tempat yang tepat. Mengapa? Setelah muntah yang pasti badan akan terasa lebih baik. Jangan ragu untuk meminta sopir kendaraan berhenti sejenak dan keluar untuk meredakan mabuk, jika keadaan memungkinkan.
Buang air kecil
Buang air kecil merupakan cara tubuh membuang limbah. Limbah ini dilepaskan dari metabolisme sel-sel, masuk ke dalam darah, dan akhirnya disaring oleh ginjal dari aliran darah untuk dibuang lewat urin. Kesulitan buang air kecil bisa mengakibatkan tubuh keracunan urin.
Buang air kecil sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan. Menahan buang air kecil bisa menimbulkan gangguan kesehatan, baik fisik maupun psikis. Oleh karena itu, rajin-rajinlah mamanfaatkan WC yang ada di pesawat, bandara, atau bis saat berhenti.
Selain tidak menahan keinginan buang air kecil, jamaah haji juga perlu memperhatikan asupan air saat perjalanan. Meskipun asaupan air sangat penting dalam mempertahankan kesehatan, jangan terlalu banyak mengonsumsi air putih atau jenis cairan lainya yang bisa membuat kita berulang-ulang ingin buang air kecil. Solusi pencegahannya, minumlah tidak lebih dari dua liter sehari.
Untuk menghindari terlalu sering buang air kecil, berikut beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari.
Sumber kafein
Kafein menstimulasi kandung kemih dan bertindak sebagai diuretik sehingga tubuh menghasilkan lebih banyak air seni. Mengurangi atau menghentikan konsumsi kafein bisa bantu mengontrol kandung kemih yang terlalu aktif. Namun, bukan berarti kita harus berhenti minum kopi, teh, cokelat, atau kola. Mengganti sumber kafein sumber lain yang tanpa kafein (decaffeinated version) merupakan langkah yang bijak.
Makanan dan minuman asam
Buah dan jus jeruk, kopi, teh, dan tomat bersifat asam dan bisa menyebabkan iritasi kandung kemih. Minuman berkarbon atau minuman bersoda juga bisa mengiritasi kandung kemih yang sensitif. Jadi, cobalah membatasi konsumsi makanan dan minumaman ini selama perjalanan untuk mengurangi masalah kandung kemih yang terlalu aktif.
Makanan pedas juga perlu diperhatikan. Ternyata, makanan pedas tidak hanya menggelitik lidah atau mengundang air mata, tetapi juga menggelitik kandung kemih. Oleh karena itu, mengurangi asupan makanan pedas bisa membantu mengurangi frekuensi ke kamar kecil.
Pemanis, misalnya gula dan pemanis buatan, bisa mengiritasi kandung kemih. Oleh sebab itu, batasi asupan pemanis dalam minuman selama bepergian.
Jika terlalu sering buang air kecil, lebih sering dari biasanya, ketika perjalanan, bisa jadi terdapat masalah atau gangguan dalam tubuh, misalnya bawaan penyakit tua. Selain itu, bisa jadi kondisi tersebut disebabkan adanya infeksi saluaran kemih,diabetes, prostatiti akut, pembesaran prostat, menstruasi bagi wanita, kehamilan, sensitis interstisial, ataupun stroke. Untuk kondisi ini, silahkan berkonsultasi dengan dokter pendamping jamaah.
Perhatikan jatah makan
Dalam perjalanan jauh, umumnya jamaah mendapatkan jatah makanan berat (nasi dan lauk) atau pun ringan kue-kue) dari agen travel yang menyediakan bis. Meskipun nafsu makan belum datang, usahakan untuk makan sekadarnya jika waktu makan telah tiba. Hal ini dimaksudkan agar masa kadaluarsa makan tidak terlewati. Dikhawatirkan, makanan kadaluarsa bisa menjadi racun bagi tubuh. Perlu juga diperhatikan jenis makanan yang bisa memicu alergi bagi tubuh. Jika ada, sebaiknya bicarakan dengan pihak penyelenggara agar bisa diganti dengan jenis makanan lain yang aman bagi tubuh. (Jng/RA)
Panduan haji
Kamis, 12 April 2012
Tempat Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci
Di tanah suci, terdapat beberapa tempat yang memiliki keutamaan untuk melaksanakan ibadah dan mustajab untu berdoa. Bahkan, karena begitu tingginya keutamaan tesebut, banyak orang yang direkomendasikan untuk berdoa di tempat tersebut dengan harapan doanya bisa dikabulkan. Nah, mana saja tempat-tempat tersebut? Berikut penjelasannya.
Masjidil Haram
“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain”. (HR. Ibnu Majah)
Multazam
Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).
Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Tempat di antara sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim adalah Multazam. Setiap orang sakit yang berdoa di sana pasti akan sembuh.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).
Maqam Ibrahim
Dalam Kitabnya, Qadhaya al Mar’ah fi al Hajj wa al Umrah, Dr. ‘Ablah Muhammad al Kahlawi menuliskan bahwa “di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan di sana”.
Hijir Ismail
Diceritakan dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram bahwa suatu hari Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya kota Mekkah. Kemudian Allah swt menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS, “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti”.
Ya, itulah salah satu keistimewaan dari Hijir Ismail. Tempat yang terletak antara rukun Syamin dan rukun iraqi ini dipercaya menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Di sinilah Nabi Ismail as pernah tinggal bersama ibunya, Siti Hajar, dan keduanya pun di makamkan di tempat ini. Hijir Ismail dipagari oleh tembok rendah yang disebut juga dengan al-Hatim berbentuk setengah lingkaran.
Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka’bah. Hal ini telah diperjelas dengan hadits nabi saw yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a.
Dari Aisyah r.a. katanya, “Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya.” Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah".
Oleh sebab itu, jamaah haji yang melakukan thawaf juga harus mengitari bagian ini. Di samping itu, shalat di dalam Hijir Ismail sama dengan shalat di dalam Ka’bah.
Ibadah yang dapat dilakukan di dalam Hijir Ismail ialah melakukan shalat sunat, berdoa dan berzikir. Dalam hal ini, amalan yang dilakukan adalah aman sunah, tidak ada hubungannya dengan rukun dan wajib haji atau umrah.
Sudut Yamani
Diriwayatkan dari Abu Hurayrah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Ada 70 malaikat yang memegang rukun Yamani. Barangsiapa berdoa, ‘Ya Allah, berilah aku ampunan dan kesehatan di dalam agama, dunia, dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah diri kami dari siksa api neraka’ maka 70 malaikat tersebut akan berkata, ‘Aamiin, kabulkanlah doanya’.” (HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al Manasik, Jilid II, hal. 985)
Shafa dan Marwa
Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241)
Masjid Nabawi dan Raudhah
“Siapa yang meninggal dunia di Madinah hendaknya dia menerimanya (dengan bahagia) karena tidak ada orang yang meninggal dunia di Madinah kecuali kelak aku akan memberi syafaat kepadanya.” (HR. Ibnu Majah dan at-Turmudzi)
Masjid Nabawi merupakan masjin Nabi saw yang terletak di kota Madinah. Sebagaimana Masjidil Haram di Mekkah, Masjin Nabawi memiliki keitamaan yaitu melipatgandakan ganjaran shalat bagi mereka yang shalat di dalamnya.
“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram...”. (HR. Ibnu Majah)
Orang yang mengerjakan shalat Arbain di Masjid Nabawi akan dicatat sebagai orang yang bebas dari neraka, siksa, dan kemunafikan (HR. Ahmad dan Ath Thabrani).
Sementara itu, terdapat sebuah tempat yang merupakan bagian dari Masjidil Haram dengan julukan taman surga. Tempat ini disebut dengan ar Raudhah. Ar Raudhah adalah ruang di antara Mimbar dan makam Rasulullah saw. Tentang keutamaan Raudhah tergambar dalam hadits berikut.
Rasulullah saw bersabda:
“Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim)
Nah, inilah beberapa tempat yang mustajab untuk berdoa. Bagi Anda yang mempunyai hajat atau keinginan yang belum tercapai, berdoalah di tempat-tempat tersebut. Atas izin Allah swt, insya Allah doa Anda akan terkabul. Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat. (RA)
Masjidil Haram
“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain”. (HR. Ibnu Majah)
Multazam
Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).
Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Tempat di antara sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim adalah Multazam. Setiap orang sakit yang berdoa di sana pasti akan sembuh.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).
Maqam Ibrahim
Dalam Kitabnya, Qadhaya al Mar’ah fi al Hajj wa al Umrah, Dr. ‘Ablah Muhammad al Kahlawi menuliskan bahwa “di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan di sana”.
Hijir Ismail
Diceritakan dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram bahwa suatu hari Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya kota Mekkah. Kemudian Allah swt menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS, “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti”.
Ya, itulah salah satu keistimewaan dari Hijir Ismail. Tempat yang terletak antara rukun Syamin dan rukun iraqi ini dipercaya menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Di sinilah Nabi Ismail as pernah tinggal bersama ibunya, Siti Hajar, dan keduanya pun di makamkan di tempat ini. Hijir Ismail dipagari oleh tembok rendah yang disebut juga dengan al-Hatim berbentuk setengah lingkaran.
Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka’bah. Hal ini telah diperjelas dengan hadits nabi saw yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a.
Dari Aisyah r.a. katanya, “Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya.” Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah".
Oleh sebab itu, jamaah haji yang melakukan thawaf juga harus mengitari bagian ini. Di samping itu, shalat di dalam Hijir Ismail sama dengan shalat di dalam Ka’bah.
Ibadah yang dapat dilakukan di dalam Hijir Ismail ialah melakukan shalat sunat, berdoa dan berzikir. Dalam hal ini, amalan yang dilakukan adalah aman sunah, tidak ada hubungannya dengan rukun dan wajib haji atau umrah.
Sudut Yamani
Diriwayatkan dari Abu Hurayrah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Ada 70 malaikat yang memegang rukun Yamani. Barangsiapa berdoa, ‘Ya Allah, berilah aku ampunan dan kesehatan di dalam agama, dunia, dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah diri kami dari siksa api neraka’ maka 70 malaikat tersebut akan berkata, ‘Aamiin, kabulkanlah doanya’.” (HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al Manasik, Jilid II, hal. 985)
Shafa dan Marwa
Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241)
Masjid Nabawi dan Raudhah
“Siapa yang meninggal dunia di Madinah hendaknya dia menerimanya (dengan bahagia) karena tidak ada orang yang meninggal dunia di Madinah kecuali kelak aku akan memberi syafaat kepadanya.” (HR. Ibnu Majah dan at-Turmudzi)
Masjid Nabawi merupakan masjin Nabi saw yang terletak di kota Madinah. Sebagaimana Masjidil Haram di Mekkah, Masjin Nabawi memiliki keitamaan yaitu melipatgandakan ganjaran shalat bagi mereka yang shalat di dalamnya.
“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram...”. (HR. Ibnu Majah)
Orang yang mengerjakan shalat Arbain di Masjid Nabawi akan dicatat sebagai orang yang bebas dari neraka, siksa, dan kemunafikan (HR. Ahmad dan Ath Thabrani).
Sementara itu, terdapat sebuah tempat yang merupakan bagian dari Masjidil Haram dengan julukan taman surga. Tempat ini disebut dengan ar Raudhah. Ar Raudhah adalah ruang di antara Mimbar dan makam Rasulullah saw. Tentang keutamaan Raudhah tergambar dalam hadits berikut.
Rasulullah saw bersabda:
“Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim)
Nah, inilah beberapa tempat yang mustajab untuk berdoa. Bagi Anda yang mempunyai hajat atau keinginan yang belum tercapai, berdoalah di tempat-tempat tersebut. Atas izin Allah swt, insya Allah doa Anda akan terkabul. Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat. (RA)
Label:
panduan haji,
panduan umroh,
tips haji,
tips umroh
Langganan:
Postingan (Atom)